
Perkenalkan.
Nama : Tri Puji Lestia Mastiti
No Reg : 5215080283
Alamat : Pondok Kelapa
Judul skripsi : "PERBEDAAN HASIL BELAJAR PRAKTEK ELEKTRONIKA YANG DIIRINGI MUSIK KLASIK DENGAN YANG TIDAK DIIRINGI MUSIK KLASIK"
OLEH :DWI PUJI LESTIA MUKTI angkatan 2003
TUGAS PERTAMA
. 1. Bacalah dengan seksama skripsi yang Anda teliti tentang penggunaan EYDny! Buatlah perbaikan sedikitnya 10 hal baru yang Anda temui!
Jawab :
a. Selain itu pendidikan nasional memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.
¯ Kesalahan : sesudah kataselain itu dan serta harus ada tanda koma
è Selain itu, pendidikan nasional memiliki fungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat.
b. Untuk itu diperlukan suatu teknik atau metode yang tepat dalam pembelajaran Penerapan Komponen Rangkaian Elektronika, sehingga membuat proses belajar mengajar dalam kondisi yang menyenangkan.
¯ Kesalahan : sebelum katasehingga tidak ada tanda koma
è Untuk itu diperlukan suatu teknik atau metode yang tepat dalam pembelajaran Penerapan Komponen Rangkaian Elektronika sehingga membuat proses belajar mengajar dalam kondisi yang menyenangkan.
c. Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan yang lebih baik.
¯ Kesalahan : sebelum katadan tidak ada tanda koma
è Bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh para siswa dan memungkinkan siswa menguasai tujuan yang lebih baik.
d. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar tidak lagi bersifat “teacher centered” (berpusat pada guru) tetapi menjadi “child centered” (berpusat pada anak”.
¯ Kesalahan : sebelum katadengan demikian dan tetapiharus ada tanda koma
è Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar tidak lagi bersifat “teacher centered” (berpusat pada guru), tetapi menjadi “child centered” (berpusat pada anak”.
e. Subyek ini juga merasa malas bila belajar teori PKRE ditambah saat praktik, karena dari ilmu yang didapat kebanyakkan tidak mengerti dibanding sebaliknya.
¯ Kesalahan : sebelum katakarena tidak ada tanda koma
è Subyek ini juga merasa malas bila belajar teori PKRE ditambah saat praktik karena dari ilmu yang didapat kebanyakkan tidak mengerti dibanding sebaliknya.
f. Pemberian metode permainangame roller, dimaksudkan untuk mempermudah guru dalam pemberian materi dan sebagai jalan pemecah kejenuhan siswa.
¯ Kesalahan : sebelum katadimaksudkan tidak ada tanda koma
è Pemberian metode permainan game rollerdimaksudkan untuk mempermudah guru dalam pemberian materi dan sebagai jalan pemecah kejenuhan siswa.
g. Guru tidak menggunakan metode alat peraga yang ditawarkan oleh peneliti, namun guru hanya mencoba metode permainan dan mengambil saran – saran dari peneliti terlebih dahulu sebelum melangkah dengan metode yang lain.
¯ Kesalahan : sebelum katanamun tidak ada tanda koma
è Guru tidak menggunakan metode alat peraga yang ditawarkan oleh peneliti namun guru hanya mencoba metode permainan dan mengambil saran – saran dari peneliti terlebih dahulu sebelum melangkah dengan metode yang lain.
h. Di mana guru dapat mengarahkan materi yang tengah diajarkan semudah mungkin, agar siswa tidak menjadi bingung.
¯ Kesalahan : sebelum kataagar tidak ada tanda koma
è Di mana guru dapat mengarahkan materi yang tengah diajarkan semudah mungkin agar siswa tidak menjadi bingung.
i. pada hari itu, guru memulai materi dengan sedikit mengulang materi rangkaian register geser.
¯ Kesalahan : huruf p dalam kata pada atau setiap awal kalimat harus diawali dengan huruf kapital
è Pada hari itu, guru memulai materi dengan sedikit mengulang materi rangkaian register geser.
j. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar sampai pada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran menggunakan tanpa media dengan pembelajaran menggunakan media.
¯ Kesalahan : sebelum katabahwa tidak ada tanda koma
è Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media pengajaran dalam proses belajar mengajar sampai pada kesimpulan bahwa proses dan hasil belajar para siswa menunjukkan perbedaan yang berarti antara pengajaran menggunakan tanpa media dengan pembelajaran menggunakan media.
TUGAS KE 2.
“PERBEDAAN HASIL BELAJAR PRAKTEK ELEKTRONIKA YANG DIIRINGI MUSIK KLASIK DENGAN YANG TIDAK DIIRINGI MUSIK KLASIK”
Dwi Puji Lestia Mukti angk. 2003
Tri Puji Lestia Mastiti angk. 2008
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar praktik elektronika dasar terapan pada siswa kelas XI Kelompok Teknik Elektronika program studi Audio Video SMK N 5 Jakarta Timur yang diiringi musik klasik karya Mozart dengan yang tidak diiringi musik klasik.
Hipotesis : hasil belajar yang diiringi musik klasik lebih tinggi daripada yang tidak diiringi musik klasik. Sampel : 30 orang siswa kelas XI program studi teknik audio video. Instrumen : tes praktik dengan format penilaian. Validitas instrumen : validitas isi.
Reliabilitas diukur dengan rumus alpha cronbach. Data hasil belajar tersebut berasal dari data yang berdistribusi normal. Disimpulkan bahwa hasil belajar praktik elektronika yang diiringi musik klasik lebih tinggi dari hasil belajar praktik elektronika yang tanpa diiringi musik klasik.
Kata kunci : hasil belajar praktik elektronika dasar terapan, musik klasik
A. Pendahuluan
Pengaruh pemeberian musik klasik karya Mozart terhadap hasil belajar praktik elektronika dasar terapan pada siswa kelas XI SMK N 5 Kelompok Teknik Elektronika program studi Audio Video Jakarta Timur
Proses belajar mengajar pada kurikulum sekolah kejuruan lebih menitikberatkan pada praktikum sebab siswa dapat memasuki lapangan kerja, mengembangkan sikap profesional dalam keahlian siswa tersebut, mampu memilih karier, mampu berkompetensi, dan lain – lain.
Elektronika dasar terapan bertujuan untuk siswa memiliki wawasan, pengetahuan dasar, dan keterampilan teknik elektronika, seperti membuat rangkaian amplifier dari gambar rangkaian sampai proses pengetesan.
Elektronika dasar terapan akan menemukan tingkat kejenuhan pada siswa ketika penyampaian teori dan praktik memerlukan perhatian yang besar dan waktu banyak yang membuat fisik dan mental siswa bekerja.
Bila suasana belajar tidak mendukung, keberhasilan proses belajar mengajar akan terganggu. Musik klasik dapat menciptakan suasana merangsang pikiran dalam belajar, mampu memperbaiki konsentrasi ingatan, dan persepsi parsial dan mempertajam pikiran serta meningkatkan kreativitas.
Penelitian hanya dibatasi pada pengaruh pemberian musik klasik karya Mozart terhadap hasil belajar praktik elektronika dasar terapan pada siswa kelas XI SMK N 5 Kelompok Teknik Elektronika program studi Audio Video Jakarta Timur. Hasil belajar yang dimaksud yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif.
B. Kepustakaan
Seseorang dikatakan telah belajar tentang sesuatu apabila telah terjadi perubahan dalam bentuk tingkah laku dan hasilnya dapat dilihat. Hasil belajar seseorang selain perubahan tingkah laku juga diperoleh dalam bentuk pengetahuan [W.S Winkel, Psikologi Pengajaran (Jakarta : Gramedia, 1989), h. 36]. Perubahan tingkah laku yang terus menerus timbul sebagai akibat dari persyaratan kondisi. Sifatnya adalah membentuk hubungan antara stimulus dan respon [Nana Sudjana, Teori – teori Belajar Untuk Pengajaran (Jakarta : FEUI, 1990), h. 71]. Setiap perubahan adalah belajar dan setiap belajar adalah perubahan. Belajar membawa perubahan dalam diri individu yang terjadi karena usaha yang disengaja melalui pengalaman dan latihan. Perubahan ini disebut sebagai hasil belajar yang meliputi bidang kognitif, psikomotorik, dan afektif. Untuk mengetahui hasil belajar siswa, maka diadakan evaluasi atau penilaian hsil belajar.
Pengajaran praktik dilakukan di laboratorium atau bengkel agar siswa dapat menjalankan pengalaman langsung. Melalui keterampilan motorik, anak mengenal diriya sendiri secara konkrit. Bergerak juga meningkatkan kepekaan sensori dan meningkatkan perkiraan yang tepat. Kemampuan visual, auditif, dan sentuhan diperkuat melalui aktivitas gerak [Sri Hermawati Dwi Ariani, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan No.030 Tahun Ke-7 (Jakarta : DEPDIKNAS, 2001), h. 328].
Praktik keterampilan elektronika adalah bagian dari metoda eksperimen bertujuan agar siswa aktif melakukan percobaan, meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik dan mengembangkan kemandirian siswa dalam bekerja. Metode dalam pengajaran praktik adalah pengajaran praktik menggunakan jobsheet (lembar kerja siswa atau sebagai instruksi tertulis yang terutama menetapkan langkah – langkah pokok dalam melaksanakan penyelesaian pekerjaan yang ditetapkan [Bambang Dharma Putra, Seri BPM Metodologi Pengajaran (Jakarta : FPTK IKIP Jakarta, 1988), h. 1]. Penilaian hasil belajar praktik yaitu metode pelakasanaan praktik, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu untuk menyelesaikan praktik
Musik klasik mempunyai banyak keistimewaan, seperti memperlambat dan menyeimbangkan gelombang otak, dapat mempengaruhi denyut jantung dan tekanan darah. Musik juga dapat memperkuat ingatan dan pelajaran, mempertajam pikiran, dan dapat menyehatkan tubuh. Ritme, melodi, dan keharmonisan dari musik klasik sebagai stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Pemberian musik sesungguhnya telah menyeimbangkan fungsi kerja otak kiri dan kanan berarti menyeimbangkan perkembangan aspek inteletual dan emosional [Ibid, h. 41]. Musik klasik karya Mozart dapat menyeimbangkan dan memperlambat gelombang otak dan menenangkan pendengar. Jadi, hubungan musik dengan fungsi otak mempunyai hubungan yang positif karena dengan pemberian musik maka keseimbangan otak kanan dan kiri dapat terjaga.
Musik klasik sangat mempengaruhi hasil balajar praktik elektronika dasar terapan karena praktik membutuhkan waktu lama, energi terkuras, dan menimbulkan kejenuhan. Musik klasik juga sebagai sarana untuk membantu siswa dalam menghilangkan ketegangan. Suasana praktik yang positif didukung dengan pemberian musik saat belajar. Jika tanpa diiringi musik klasik, siswa akan merasa jenuh dan kurangnya konsentrasi. Tetapi dengan menggunakan musik klasik karya Mozart, siswa dapat mengerjakan pekerjaan mental yang melelahkan sambil tetap rileks dan konsentrasi.
Maka hipotesis penelitiannya yaitu “Hasil belajar praktik elektronika dasar terapan siswa kelas XI SMK N 5 Jakarta yang diiringi musik klasik karya Mozart lebih tinggi daripada yang tidak diiringi musik klasik”.
Tujuan umum penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil praktik keterampilan elektronika pada siswa kelas XI SMK N 5 Jakarta Timur Kelompok Elektronika program Keahlian Audio Video Jakarta Timur yang diiringi musik klasik karya Mozart dengan tidak diiringi musik klasik.
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen.
D. Hasil Penelitian
Tabel 1 merupakan hasil belajar praktik elektronika dasar terapan yang diiringi musik klasik, sedangkan tabel 2 merupakan hasil belajar praktik elektronika dasar terapan yang tanpa diiringi musik klasik.
Tabel 1
No. Siswa | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
Nilai | 86 | 86 | 86 | 83 | 84 | 84 | 83 | 86 | 84 | 87 | 87 | 84 | 86 | 84 | 87 |
Tabel 2
No. Siswa | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
Nilai | 75 | 76 | 72 | 73 | 72 | 77 | 72 | 71 | 73 | 74 | 73 | 75 | 73 | 74 | 77 |
Untuk menentukan teknik analisis data yang digunakan perlu dilakukan uji pengamatan analisis, yaitu uji homogenitas (pengujiannya menggunakan uji kesamaan dua variasi karena sampel terdiri dari dua kelompok) dan uji normalitas (pengujiannya menggunakan uji Liliefors).
Dari perhitungan nilai simpangan baku perbedaan rata – rata didapat nilai sebesar 1,670 dan dari perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 18,883. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis nol yang dipergunakan bila Lohitung>ttabel maka H0 ditolak dan H1diterima. Maksudnya ada perbedaan antara hasil belajar praktikum kelompok kelas yang diiringi musik klasik dengan yang tanpa diiringi musik klasik.
Dalam penelitian ini terdapat beberapa kelemahan dan keterbatasan seperti kreativitas, motivasi, minat, proses belajar mengajar, tes, dan lain – lain. Untuk variabel bebasnya masih belum mampu menjamin sebagai alat ukur yang baku, tetapi penggunaan musik klasik mempunyai hubungan positif dengan hasil belajar praktik elektronika dasar terapan di SMK N 5 Jakarta.
Adapun kelemahan – kelemahan dalam penelitian, seperti :
1) Penggunaan musik klasik saat praktik masih kurang relevan dilihat dari sisi siswa yang praktik adalah siswa STM yang notabenenya memiliki jiwa yang keras dan ada kemungkinan tidak menyukai musik klasik.
2) Ada kemungkinan kelas yang diiringi musik klasik memang lebih pintar sebelum diberi perlakuan musik klasik karena sebelumnya tidak diadakan tes awal.
3) Penilaian guru yang sudah mengetahui siswa yang dinilai berada pada sampel yang mana sehingga kemungkinan ada manipulasi data oleh guru yang memberi nilai.
4) Penelitian hanya dilakukan satu kali.
5) Tidak adanya alat untuk mengukur dB (dBmeter) yang digunakan untuk mengukur gelombang suara yang dihasilkan musik klasik yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan fungsi otak.
E. Pembahasan
Dari tabel 1 diperoleh data dengan rentang skor antara 83 sampai 87. Jumlah skor 1277 dengan rata – rata 85,13. Median diperoleh pada skor 86 dan modus terdapat pada skor 84 dan 86. Varians skor diperoleh sebesar 2,12 dengan simpangan baku sebesar 1,457. Kemudian dapat diperoleh distribusi frekuensi skor hasil belajar praktik elektronika dasar terapan yang diiringi musik klasik.
Dari tabel 2 diperoleh data dengan rentang skor antara 71 sampai 77. Jumlah skor 1,107 dengan rata – rata 73,80. Median diperoleh pada skor 73 dan modus terdapat pada skor 73. Variansi skor diperoleh sebesar 3,457 dengan simpangan baku sebesar 1,859.
Hasil uji homogenitas variansi populasi :
Antar Kelompok | N | Fhitung | Ftabel | Kriteria Pengujian | Kesimpulan |
X1 – X2 | N1 = 15 N2 = 15 | 0,783 | 2,480 | Fhitung<>tabel | Populasi Homogen |
Berdasarkan kriteria pengujian bahwa Fhitung <>tabel atau 0,783 <>0 diterima. Jadi, kelompok sampel yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari populasi yang homogen.
Data yang diperoleh dari uji normalitas diuji kenormalannya dengan tarif signifikansi α = 5% atau 0,05 dan n = 15. Kriteria pengujian ini adalah jika Lo > Ltabel maka data berdistribusi normal. Hasil uji normarlitas data :
No. | Kelompok | α | N | Lohitung | Lotabel | Hipotesis | Kesimpulan |
1 | Diiringi musik klasik | 0,05 | 15 | 0,1461 | 0,220 | Lhit <>t | Distribusi normal |
2 | Tanpa diiringi musik klasik | 0,05 | 15 | 0,1334 | 0,220 | Lhit <>t | Distribusi normal |
Nilai sebesar 1,670 dan dari perhitungan diperoleh nilai t hitung sebesar 18,883 sedangkan nilai ttabel untuk derajat kebebasan (dk) = 30 – 2 = 28 pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,70.
F. Kesimpulan dan Saran
Perbedaan hasil belajar praktikum elektronika dasar terapan, yaitu kelompok kelas yang praktik diiringi musik klasik lebih tinggi dari hasil belajar kelompok kelas yang praktik tanpa diiringi musik klasik.
Menggunakan iringan musik (terutama musik klasik) pada proses praktikum keterampilan teknik elektronika. Adanya penelitian lebih lanjut disertai dengan penyempurnaan instrumen dan sampel lebih banyak.
G. Daftar Pustaka
™ Alwi, Hasan. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
™ Suharsimi, Arikunto. 1992. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
™ Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta : Kanisius.
™ Campbell, Don. 2001. Efek Mozart Bagi Anak – anak. Jakarta : Gramedia.
™ De Potter, Boobi. 2000. Quantum Teaching Mempraktikan Quatum Learning di Kelas. Bandung : Kaifa.