Nama : BIMANTARA KRYSTANTO
No Reg : 5215 08 3414
Email yahoo : Krys.Lg0912@yahoo.com
Email Google : BKrys.Lg0912@gmail.com
Blogger : BimantaraKrystanto.blogspot.com
Url Kelompok : https://profiles.google.com/111281588630736322004/posts/SkmNMAPSxKQ
S1 Pendidikan Teknik Elektonika 2008
TUGAS Pertama
KERANGKA BERFIKIR SKRIPSI
KERANGKA BERFIKIR SKRIPSI
Suryadi, Hubungan Pengetahuan Dasar Komputer Terhadap Hasil Belajar Komunikasi Data. Skripsi. Jakarta: Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Jakarta, Januari 2005.
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Komputer di bagi menjadi tiga perangkat yaitu, perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan faktor manusia (brainware). Faktor manusia diperlukan untuk menangani sistem komputer itu sendiri, yang terdiri dari analisis, programmer, operator, dan diri sendiri. Pengetahuan Dasar Komputer sangat penting. Di jurusan teknik elektro, HMJ mengadakan Pelatihan Dasar Komputer untuk mahasiswa baru dan lama. Pelatihan Dasar Komputer pernah menjadi mata kuliah yaitu mata kuliah Dasar Komputer pada kurikulum di jurusan. Yang membahas tentang perkembangan alat bantu komputansi, jenis komputer, organisasi komputer, peripheral komputer, bahan-bahan pemrograman, kecenderungan perangkat komputer, dan program-program terapan dan penggunaannya. Namun mata kuliah ini di hapus sejak 1999/2000 karena untuk efektivitas pengembangan mata kuliah di jurusan.
Pengetahuan Dasar Komputer sangat berhubungan dengan mata kuliah Komunikasi Data karena prinsip dasar komputer mempermudah komunikasi data. Di dalam Komunikasi Data membahas tentang penggunaan dan struktur jaringan data; lapisan fisik data link berupa protocol, slidding windows; network berupa routing, congesti,transport dan seision, presentasi dan aplikasi.
Tujuan Penulisan
· Informasi bagi jurusan Teknik Elektro dalam mengembangkan mata kuliah di jurusan.
· Informasi bagi dosen, khususnya mata kuliah Komunikasi Data.
· Informasi bagi mahasiswa Teknik Elektro untuk memahami Pengetahuan Dasar Komputer.
· Referensi proker HMJ Teknik Elektro dalam Pelatihan Dasar Komputer.
· Sumbangan pemikiran dan bahan pertimbangan bagi penelitian selanjutnya.
Landasan Teori
Komunikasi Data membahas tentang lapisan komunikasi data, jaringan komputer, topologi, sistem operasi jaringan komputer, komponen pembentuk jaringan, tipe pengkabelan, dan pengalamatan jaringan. Sedangkan Pelatihan Dasar Komputer membahas tentang pengertian komputer dan komponen-komponen komputer yang terdiri dari hardware, software, dan brainware.
BAB II PEMBAHASAN
Deskripsi Data
Sample dari mahasiswa non-reguler yang mengambil mata kuliah Komunikasi Data sebanyak 40 orang. Hasil pada Pelatihan Dasar Komputer nilai terendah 62, nilai tertinggi 88, nilai rata-rata (mean) 73, nilai tengah (median) 72,27, nilai yang sering muncul (modus) 73, dan simpangan baku 73. Sedangkan hasil pada Komunikasi Data nilai terendah 54,5, nilai tertinggi 81, nilai rata-rata (mean) 67,5, nila tengah (median) 67,5, nilai yang sering muncul (modus) 65,5, dan simpangan baku 68,9.
Analisis Data
- Normalitas, untuk mengetahui apakah data populasi tersebut berdistribusi normal/ tidak, berdasarkan data yang di peroleh disebut juga uji Lilliefors dengan taraf signifikan α = 0,05.
Lo <>
Lo > Lt, distribusi tidak normal
- Linieritas, untuk mrngetahui adanya hubungan antara variabel linier atau tidak.
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
· Menunjukkan adanya hubungan yang berarti (positif) antara Pelatihan Dasar Komputer terhadap hasil belajar Komunikasi Data. Jika nilai Pelatihan Dasar Komputer tinggi maka nilai Komunikasi Data juga akan tinggi, begitu juga sebaliknya.
· Sumbangan Pengetahuan Dasar Komputer terhadap hasil belajar Komunikasi Data sangat besar yaitu 80 %. Menunjukkan bahwa hasil belajar Komunikasi Data dapat dipengaruhi oleh Pelatihan Dasar Komputer.
Saran
· Kepada pihak jurusan disarankan memberikan Pelatihan Dasar Komputer kepada mahasiswa dengan mengadakan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh BEM sebagai pelaksananya, untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa yang berhubungan dengan mata kuliah komputer (Komunikasi Data).
· Dosen memberikan gambaran Pelatihan Dasar Komputer kepada mahasiswa sebelum melakukan perkuliahan Komunikasi Data.
· Mahasiswa mempelajari Pelatihan Dasar Komputer sebelum mengikuti mata kuliah Komunikasi Data agar dapat memperoleh hasil belajar yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
NK,Roestiyah. Didaktik Metodik. Jakarta : Bina Aksara,1986.
Rostiyah. Masalah- Masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : Bina Aksara,1989.
Rusmadi, Dedi. Cara Memilih Sebuah Komputer. Bandung :M2S IKAPI,1998.
Sutedjo, Budi. Konsep dan Perancangan Jaringan Komputer. Yogyakarta: Andi,2003.
Sudjana. Metode Statistika. Bandung: Tarsito,1996.
Katalog dari Daftar Pustaka :
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->perintis1.wordpress.com/category/didaktik-metodik/ - 25k –
id.wikipedia.org/wiki/Didaktik_metodik - 23k –
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->www.amazon.co.uk/Masalah-masalah-ilmu-keguruan-Roestiyah-K/dp/B0000D7IRQ - 160k
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->abdurrosyid.wordpress.com/2008/11/01/cara-memilih-aplikasi-komputer/ - 32k –
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->ariefady.multiply.com/journal/item/12/TIPS_SEDERHANA_MEMILIH_KOMPUTER_BARU - 24k –
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-607/konsep-dan-perancangan-jaringan-komputer.html - 30k -
<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->www.beli-buku.com/konsep-dan-perancangan-jaringan-komputer-bangunan-satu-lantai-gedung-bertingkat-dan-kawasan-p... - 30k
<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->www.kutukutubuku.com/2008/open/1357/konsep_dan_perancangan_jaringan_komputer - 54k -
<!--[if !supportLists]-->8. <!--[endif]-->www.ictj.org/static/Timor.CAVR.Indo/12-Anneks2-Mengenai-data-dan-metode-statistik.pdf -
<!--[if !supportLists]-->9. <!--[endif]-->id.wordpress.com/tag/metode-statistika/ - 14k
Hal 1
- Komputer dapat menangani suatu sistem informasi cepat, tepat dan akurat. (kurang tanda koma sebelum kata dan )
Seharusnya: Komputer dapat menangani suatu sistem informasi cepat, tepat ,dan akurat
- Komputer terdiri dari 3 perangkat yaitu hardware, software dan brainware.(angka 3 seharusnya di tulis dengan huruf, kurang tanda koma sebelum kata dan )
Seharusnya : Komputer terdiri dari 3 perangkat yaitu hardware, software,dan brainware.
Hal 3
- Oleh karena itu sekarang banyak dijumpai pelatihan dasar komputer di berbagai tempat.( kurang tanda koma setelah oleh karena itu)
Seharusnya : Oleh karena itu, sekarang banyak dijumpai pelatihan dasar komputer di berbagai tempat.
Hal 4
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]--> karena untuk efektifas pengembangan . (kesalahan penulisan efektifas seharusnya efektivitas)
Seharusnya : karena untuk efektivitas pengembangan .
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Oleh karena itu sekarang pelatihan dasar kmputer yang di dapat oleh mahasiswa berbeda-beda. ( kurang tanda koma setelah oleh karena itu)
Seharusnya : Oleh karena itu, sekarang pelatihan dasar kmputer yang di dapat oleh mahasiswa berbeda-beda.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]--> erat hubungannya dengan hardware, software dan brainware. (kurang tanda koma sebelum kata dan )
Seharusnya : erat hubungannya dengan hardware, software, dan brainware.
Hal 7
- komunikasi antara 2 komputer dengan komunikasi jaringan computer (LAN) berbeda, . (angaka 2 seharusnya ditulis dengan huruf, kesalahan penulisan kata computer seharusnya komputer)
Seharusnya : komunikasi antara dua komputer dengan komunikasi jaringan komputer (LAN) berbeda, .
- Informasi berarti sesuatu yang diberikan kepada data atau bentuk asli(biasa) dari data. Sedangkan data adalah . (kata sedangkan tidak boleh di awal kalimat)
Seharusnya : Informasi berarti sesuatu yang diberikan kepada data atau bentuk asli(biasa) dari data sedangkan data adalah .
Hal 8
1. data tidak perlu diwakili oleh sesuatu yang bebentuk nyata atau terukur oleh kata-kata, tapi . (kesalahan penulisan kata tapi seharusnya tetapi)
Seharusnya : data tidak perlu diwakili oleh sesuatu yang bebentuk nyata atau terukur oleh kata-kata, tetapi .
Hal 9
- Physical-layer dipergunakan untuk mengtransmisikan data per bit melewati saluran komunikasi. (Physical-layer seharusnya di tulis miring karena merupakan kata asing dan kata mengtransmisikan seharusnya mentransmisikan)
Seharusnya : Physical-layer dipergunakan untuk mentransmisikan data per bit melewati saluran komunikasi.
Hal 10
1. Physical-layer menagani proses mekanis, elektris dan prosedur antar muka dalam media fisik. (Physical-layer seharusnya di tulis miring karena merupakan kata asing dan kurang tanda koma sebelum kata dan).
Seharusnya : Physical-layer menagani proses mekanis, elektris dan prosedur antar muka dalam media fisik.
2. Awal dan akhir frame ditandai dengan sususnan bit khusus, sehingga frame tersusun dalam susunan bit . (tidak perlu menggunakan tanda baca koma sebelum kata sehingga)
Seharusnya : Awal dan akhir frame ditandai dengan sususnan bit khusus sehingga frame tersusun dalam susunan bit .
Lima istilah asing didalam bidang Teknik Elektrokina
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->efficiency berarti efisiensi (daya guna).
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->hardware berarti perangkat keras.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->software berarti perangkat lunak.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->resistance berarti resitansi (hambatan).
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->electro berarti elektro (listrik atau kelistrikan).
Ejaan Yang Disempurnakan atau EYD dalam Bahasa Indonesia
Ejaan yang disempurnakan atau yang lebih dekenal dengan singkatan EYD adalah ejaan yang mulai resmi dipakai dan digunakan di Indonesia tanngal 16 agustus 1972. Ejaan ini masih tetap digunakan hingga saat ini. EYD adalah rangkaian aturan yang wajib digunakan dan ditaati dalam tulisan bahasa indonesia resmi. EYD mencakup penggunaan dalam 12 hal, yaitu penggunaan huruf besar (kapital), tanda koma, tanda titik, tanda seru, tanda hubung, tanda titik koma, tanda tanya, tanda petik, tanda titik dua, tanda kurung, tanda elipsis, dan tanda garis miring.
1. Penggunaan Huruf Besar atau Huruf Kapital
a. Huruf pertama kata ganti "Anda"
- Ke mana Anda mau pergi Bang Toyib?
- Saya sudah menyerahkan uang itu kepada Anda setahun yang lalu untuk dibelikan PS3.
b. Huruf pertama pada awal kalimat.
- Ayam kampus itu sudah ditertibkan oleh aparat pada malam jumat kliwon kemarin.
- Anak itu memang kurang ajar.
- Sinetron picisan itu sangat laku dan ditonton oleh jutaan pemirsanya sedunia.
c. Huruf pertama unsur nama orang
- Yusuf Bin Sanusi
- Albert Mangapin Sidabutar
- Slamet Warjoni Jaya Negara
d. Huruf pertama untuk penamaan geografi
- Bunderan Senayan
- Jalan Kramat Sentiong
- Sungai Ciliwung
e. Huruf pertama petikan langsung
- Pak kumis bertanya, "Siapa yang mencuri jambu klutuk di kebunku?"
- Si panjul menjawab, "Aku tidak Mencuri jambu klutuk, tetapi yang kucuri adalah jambu monyet".
- "Ngemeng aja lu", kata si Ucup kepada kawannya si Maskur.
f. Huruf pertama nama jabatan atau pangkat yang diikuti nama orang atau instansi.
- Camat Pesanggrahan
- Profesor Zainudin Zidane Aliudin
- Sekretaris Jendral Departemen Pendidikan Nasional
g. Huruf Pertama pada nama Negara, Pemerintahan, Lembaga Negara, juga Dokumen (kecuali kata dan).
- Mahkamah Internasional
- Republik Rakyat Cina
- Badan Pengembang Ekspor Nasional
KESALAHAN – KESALAHAN DALAM PENULISAN SKRIPSI
Baru-baru ini, saya diminta mencarikan judul Skripsi Psikologi. Saya jadi teringat saat saya masih berjuang menyelesaikan skripsi dulu. Jujur, saya justru lebih faham bagaimana meneliti dengan baik dan benar setelah selesai ujian pendadaran serta melihat kawan-kawan saya yang lulus ujian. Ternyata, banyak mahasiswa (termasuk saya dulu) melakukan beberapa kesalahan mendasar dalam menyusun skripsi. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Tidak tahu tujuan, judul dan fokus penelitiannya.
Banyak mahasiswa yang tidak tahu tujuan penelitian. Yang mereka tahu hanya lulus dan jadi sarjana saja Tapi bukan itu yang saya maksud. Tujuan di sini berarti: Untuk apa Anda meneliti persoalan ini? Selain itu, fokus yang diteliti apa? Batasannya seperti apa? Kalau penelitiannya kuantitatif, variabelnya apa saja? Aspek-aspek dari variabelnya apa? Kalau kualitatif, pertanyaan penelitiannya apa? Metodenya bagaimana? Nah, dari sini sebetulnya judul skripsi sudah dapat dibuat. Kalau masih bingung, kita dapat mencari fokus dan judul dari rekomendasi (saran) penelitian/skripsi yang sudah selesai (biasanya di bab terakhir).
2. Bingung permasalahannya sendiri.
Permasalahan yang hendak diteliti adalah latar belakang untuk memulai. Rumus sederhana dari “membuat” masalah adalah: menentukan das sein dengan das solen. Kemudian, memperkuat das sein dan das solen dengan bukti-bukti maupun dasar yang kuat. Das Sein adalah apa yang terjadi sesungguhnya (fakta di lapangan). Das solen adalah apa yang seharusnya terjadi (ideal). Keduanya harus bertentangan (dipertentangkan) karena masalah adalah kesenjangan antara das sein dengan das solen.
3. Pola pikir tidak ilmiah.
Pola pikir ilmiah itu sederhana kok. Anda mengungkapkan argumentasi dengan dasar. Atau dengan kata lain kebenaran akan terungkap jika kita punya dasar empiris yang kuat. Banyak mahasiswa memberikan argumentasi yang cukup baik tapi ternyata tidak punya dasar. Termasuk tulisan ini. Tidak ada dasarnya. Kalau ini ilmiah, saya akan menyebutkan dasar-dasarnya. Misalkan hasil observasi atau wawancara dari para mahasiswa yang mengalami kesalahan dalam menyusun skripsi. Tapi ini hanya sharing pengalaman saja dan bukan tulisan ilmiah. Jadi, saya tidak akan menguatkannya dengan dasar-dasar tersebut. Oh ya, dasar dalam skripsi dapat dicari dari hasil penelitian, jurnal, teori, berita media dan lain sebagainya.
4. Sok pintar
Maksudnya banyak memasukkan kata-kata yang tidak dimengerti atau konsep-konsep yang tidak dipahami. Sikap sok pintar lainnya adalah membuat paragraf yang tidak sederhana. Terlalu banyak dan berbelit-belit. Kadang berfikir supaya halamannya banyak. Biar dosennya pusing bacanya. Sayangnya, justru dia sendiri yang bingung dengan maksud dari apa yang dia tulis. Padahal, teori yang lebih sederhanalah yang akan digunakan. Bahasa yang lebih sederhanalah yang mudah diterima. Einstein pun bisa hebat karena dia mampu menyederhanakan teori relativitas.
5. Asal Copy Paste
Biasanya di Bab 2 atau Tinjauan Pustaka. Padahal, peneliti harus faham dan harus tahu kutipan itu untuk apa. Kalau tidak perlu ya jangan asal memasukkan kutipan.
6. Tidak faham metode.
Biasanya menggunakan metode A tapi ditulis menggunakan metode B. Metode itu sebetulnya mirip sekali dengan cara memasak. Kalau kita punya bahan telur maka metodenya bisa direbus atau digoreng. Nah, kalau kita tidak faham metode, bisa jadi kita akan merebus telur (yang sudah dibuang kulit luarnya) bersama-sama dengan minyak goreng.
7. Tidak ditulis penjelasannya.
Mahasiswa harus menulis semua yang berkaitan dengan penelitian secara lengkap. Kalau ada pernyataan atau kalimat yang tidak jelas dan ditanyakan dosen waktu ujian, biasanya mahasiswa mampu menjawab. Namun, jawaban itu tidak ditulis atau tidak ada di naskah skripsi. Ini adalah kesalahan. Dalam ujian pendadaran, jawaban dari pertanyaan dosen seyogyanya sudah ada di naskah skripsi.
8. Terlalu memikirkan EYD
Menulis skripsi itu jangan terlalu fokus pada EYD. Tulis dulu dengan jelas dan logis substansinya. Baru setelah selesai, edit dan benarkan EYD serta aturan lainnya. Toh kalau ada yang terlewat akan dibantu dosen untuk memperbaikinya.
9. Ditunda dan ganti judul terus.
Dalam proses penulisan skripsi, penyakit ini banyak membuat mahasiswa nggak selesai-selesai nulis skripsi. Alasan berganti adalah karena kesalahan konsep, kurang sempurna, nggak cocok, susah menelitinya, rekomendasi dosen dan lain sebagainya. Sebaiknya mahasiswa fokus pada satu konsep saja dan menerima kekurangan ataupun kelemahan dari fokus yang sudah dipilihnya. Sebab, dengan berganti-ganti konsep sama saja dengan terus menerus memulai skripsi dari awal lagi.
Oke. itu saja dulu. Semoga pengalaman saya dapat membantu. Jangan pernah menyerah ya! Semoga cepat selesai skripsinya. Sukses selalu. Lebih baik jadi sarjana pengangguran daripada jadi mahasiswa pengangguran.
1. Tidak tahu tujuan, judul dan fokus penelitiannya.
Banyak mahasiswa yang tidak tahu tujuan penelitian. Yang mereka tahu hanya lulus dan jadi sarjana saja Tapi bukan itu yang saya maksud. Tujuan di sini berarti: Untuk apa Anda meneliti persoalan ini? Selain itu, fokus yang diteliti apa? Batasannya seperti apa? Kalau penelitiannya kuantitatif, variabelnya apa saja? Aspek-aspek dari variabelnya apa? Kalau kualitatif, pertanyaan penelitiannya apa? Metodenya bagaimana? Nah, dari sini sebetulnya judul skripsi sudah dapat dibuat. Kalau masih bingung, kita dapat mencari fokus dan judul dari rekomendasi (saran) penelitian/skripsi yang sudah selesai (biasanya di bab terakhir).
2. Bingung permasalahannya sendiri.
Permasalahan yang hendak diteliti adalah latar belakang untuk memulai. Rumus sederhana dari “membuat” masalah adalah: menentukan das sein dengan das solen. Kemudian, memperkuat das sein dan das solen dengan bukti-bukti maupun dasar yang kuat. Das Sein adalah apa yang terjadi sesungguhnya (fakta di lapangan). Das solen adalah apa yang seharusnya terjadi (ideal). Keduanya harus bertentangan (dipertentangkan) karena masalah adalah kesenjangan antara das sein dengan das solen.
3. Pola pikir tidak ilmiah.
Pola pikir ilmiah itu sederhana kok. Anda mengungkapkan argumentasi dengan dasar. Atau dengan kata lain kebenaran akan terungkap jika kita punya dasar empiris yang kuat. Banyak mahasiswa memberikan argumentasi yang cukup baik tapi ternyata tidak punya dasar. Termasuk tulisan ini. Tidak ada dasarnya. Kalau ini ilmiah, saya akan menyebutkan dasar-dasarnya. Misalkan hasil observasi atau wawancara dari para mahasiswa yang mengalami kesalahan dalam menyusun skripsi. Tapi ini hanya sharing pengalaman saja dan bukan tulisan ilmiah. Jadi, saya tidak akan menguatkannya dengan dasar-dasar tersebut. Oh ya, dasar dalam skripsi dapat dicari dari hasil penelitian, jurnal, teori, berita media dan lain sebagainya.
4. Sok pintar
Maksudnya banyak memasukkan kata-kata yang tidak dimengerti atau konsep-konsep yang tidak dipahami. Sikap sok pintar lainnya adalah membuat paragraf yang tidak sederhana. Terlalu banyak dan berbelit-belit. Kadang berfikir supaya halamannya banyak. Biar dosennya pusing bacanya. Sayangnya, justru dia sendiri yang bingung dengan maksud dari apa yang dia tulis. Padahal, teori yang lebih sederhanalah yang akan digunakan. Bahasa yang lebih sederhanalah yang mudah diterima. Einstein pun bisa hebat karena dia mampu menyederhanakan teori relativitas.
5. Asal Copy Paste
Biasanya di Bab 2 atau Tinjauan Pustaka. Padahal, peneliti harus faham dan harus tahu kutipan itu untuk apa. Kalau tidak perlu ya jangan asal memasukkan kutipan.
6. Tidak faham metode.
Biasanya menggunakan metode A tapi ditulis menggunakan metode B. Metode itu sebetulnya mirip sekali dengan cara memasak. Kalau kita punya bahan telur maka metodenya bisa direbus atau digoreng. Nah, kalau kita tidak faham metode, bisa jadi kita akan merebus telur (yang sudah dibuang kulit luarnya) bersama-sama dengan minyak goreng.
7. Tidak ditulis penjelasannya.
Mahasiswa harus menulis semua yang berkaitan dengan penelitian secara lengkap. Kalau ada pernyataan atau kalimat yang tidak jelas dan ditanyakan dosen waktu ujian, biasanya mahasiswa mampu menjawab. Namun, jawaban itu tidak ditulis atau tidak ada di naskah skripsi. Ini adalah kesalahan. Dalam ujian pendadaran, jawaban dari pertanyaan dosen seyogyanya sudah ada di naskah skripsi.
8. Terlalu memikirkan EYD
Menulis skripsi itu jangan terlalu fokus pada EYD. Tulis dulu dengan jelas dan logis substansinya. Baru setelah selesai, edit dan benarkan EYD serta aturan lainnya. Toh kalau ada yang terlewat akan dibantu dosen untuk memperbaikinya.
9. Ditunda dan ganti judul terus.
Dalam proses penulisan skripsi, penyakit ini banyak membuat mahasiswa nggak selesai-selesai nulis skripsi. Alasan berganti adalah karena kesalahan konsep, kurang sempurna, nggak cocok, susah menelitinya, rekomendasi dosen dan lain sebagainya. Sebaiknya mahasiswa fokus pada satu konsep saja dan menerima kekurangan ataupun kelemahan dari fokus yang sudah dipilihnya. Sebab, dengan berganti-ganti konsep sama saja dengan terus menerus memulai skripsi dari awal lagi.
Oke. itu saja dulu. Semoga pengalaman saya dapat membantu. Jangan pernah menyerah ya! Semoga cepat selesai skripsinya. Sukses selalu. Lebih baik jadi sarjana pengangguran daripada jadi mahasiswa pengangguran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar